Padaherang (Humas) – Kuliah Kerja Nyata (KKN) 15 Institut Agama Islam KH. Sufyan Tsauri Majenang (INSIMA) Desa Maruyungsari menggelar seminar bertajuk “Hijau Bumi Hijau Iman: Reaktualisasi Peran Manusia sebagai Khalifah fil Ard dalam Krisis Ekoteologis Global”.
Acara ini berlangsung di Aula Balai Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang pada Rabu (20/8/2025). Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Ketua Panitia, Najwa Amelia, kemudian dilanjutkan oleh Kepala Desa Maruyungsari, Tusiman, serta Rektor INSIMA, Dr. H. Masngudi, M.E.I.
Dalam seminar ini, Kepala Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran, Dr. H. Ujang Sutaryat, M.Ag didaulat sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, H. Ujang Sutaryat menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan kajian yang menghubungkan iman, ajaran agama, dan nilai spiritual dengan tanggung jawab menjaga lingkungan.
“Ekoteologi berasal dari kata ekologi dan teologi. Ekologi adalah hubungan makhluk dengan lingkungan, sedangkan ekoteologi menekankan keterkaitan antara iman dengan kewajiban melestarikan alam,” terangnya.Ia menegaskan bahwa ekoteologi kini menjadi bagian penting dalam program Kementerian Agama melalui penguatan ekoteologi, sejalan dengan agenda Asta Protas. Menurutnya, krisis ekologi global merupakan ancaman serius bagi kehidupan manusia.
“Banjir, longsor, kekeringan, hingga polusi udara adalah bukti nyata dampak dari krisis ekologi yang kita hadapi. Ini harus disikapi dengan kesadaran kolektif,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Islam telah memberikan landasan teologis mengenai pentingnya menjaga alam, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 30, Al-A’raf ayat 56, serta hadits-hadits sahih.
H. Ujang juga mengutip ajaran Islam terkait etika lingkungan, di antaranya menanam pohon sebagai sedekah jariyah, berhemat dalam penggunaan air meski di sungai, serta menyingkirkan gangguan di jalan sebagai bagian dari iman.
“Menjaga bumi adalah ibadah. Mari bersama menjadi khalifah fil ard yang sejati,” tegasnya. Selain seminar, acara ini juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara INSIMA dan Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran.
Kerja sama ini mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor INSIMA Dr. H. Masngudi, M.E.I., Ketua LPPM INSIMA Pipit Muliyah, M.Pd., pendamping KKN Muhamad Habib, M.S.I., dan Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Pangandaran Dr. H. Ujang Sutaryat, M.Ag.


