MAJENANG – Dalam rangka mendorong budaya riset dan meningkatkan kualitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat di kalangan dosen, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sufyan Tsauri Majenang telah sukses menyelenggarakan kegiatan Review Proposal Hibah Internal untuk tahun anggaran 2023. Acara yang digelar sepenuhnya secara daring ini diikuti oleh para dosen dengan total 15 proposal penelitian dan pengabdian yang diajukan.
Untuk menjaga kualitas, objektivitas, dan memberikan wawasan baru bagi para dosen, Â KETUA Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) ANIROH, M.S.I menggandeng empat reviewer eksternal yang kompeten di bidangnya. Keempat reviewer tersebut adalah:
- Dr. Ahmad Muttaqin, M.Si. (UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto)
- Mawi Khusni Albar, M.Pd. (UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto)
- Dr. Umi Zulfa, M.Pd. (Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali Cilacap)
- Fahrur Rozi, M.Hum. (Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali Cilacap)
Ketua LPPM STAI Sufyan Tsauri Majenang menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen institusi untuk memastikan dana hibah internal dapat menghasilkan luaran yang berdampak, baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun bagi masyarakat luas. “Kami ingin setiap riset yang didanai tidak hanya selesai sebagai laporan, tetapi juga memiliki kebaruan, metodologi yang kuat, dan kontribusi yang jelas,” ujarnya saat membuka acara.
Masukan Konstruktif dari Para Reviewer:
Meskipun dilaksanakan secara daring, sesi review berjalan interaktif dan dinamis. Para dosen mempresentasikan proposal mereka secara bergantian dan langsung mendapatkan masukan mendalam dari para reviewer.
Dr. Ahmad Muttaqin, M.Si., banyak menyoroti pentingnya kebaruan (novelty) dan metodologi penelitian yang kokoh. “Pastikan state of the art dari penelitian terdahulu tergambar dengan jelas dalam latar belakang, sehingga novelty atau kebaruan dari penelitian kita menjadi tajam. Selain itu, metodologi harus dirinci dengan baik, bukan hanya menyebutkan jenis penelitian, tetapi juga tahapan operasionalnya secara konkret,” pesan Dr. Muttaqin kepada para peserta.
Senada dengan itu, Mawi Khusni Albar, M.Pd., memberikan masukan penting terkait proposal Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Beliau menekankan agar luaran dan dampak kegiatan lebih terukur. “Untuk proposal PkM, output dan outcome harus terukur. Apa dampak nyata dan perubahan perilaku yang akan dirasakan oleh masyarakat sasaran? Ini harus tergambar jelas, bukan hanya sekadar kegiatan sosialisasi atau pelatihan seremonial,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Umi Zulfa, M.Pd., dari UNUGHA Cilacap, mendorong para dosen untuk mempertajam rumusan masalah dan kerangka teori. “Rumusan masalah adalah jantung dari sebuah penelitian. Pastikan pertanyaan penelitian tersebut fokus, spesifik, dan mampu dijawab melalui metode yang dipilih. Kerangka teori yang digunakan juga harus relevan dan benar-benar menjadi pisau analisis, bukan sekadar tempelan,” ujarnya.
Dari aspek teknis penulisan dan sitasi, Fahrur Rozi, M.Hum., memberikan catatan. “Konsistensi dalam penggunaan gaya sitasi, seperti Bodynote atau Footnote, sangat penting. Selain itu, perhatikan kemutakhiran sumber referensi. Gunakan jurnal-jurnal terkini untuk menunjukkan bahwa penelitian kita berada dalam diskursus akademik yang paling baru,” tambahnya.
Kelima belas proposal yang direview mencakup berbagai bidang keilmuan, mulai dari Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga Islam, hingga studi sosial keagamaan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Setelah sesi review ini, para dosen diharapkan dapat merevisi proposal mereka berdasarkan masukan dari para reviewer sebelum penetapan proposal yang layak didanai. Diharapkan, melalui proses review yang ketat ini, STAI Sufyan Tsauri Majenang dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah serta program pengabdian yang inovatif.


